• Redaksi
Selasa, Juni 9, 2026
Target Jurnalis Sumsel
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Lubuklinggau
    • Kab Banyuasin
    • Kab Lahat
    • Kab Muara Enim
    • Kab Musi Rawas
    • Kab Musi Rawas Utara
    • Kab Empat Lawang
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Opini
  • Pariwara
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Lubuklinggau
    • Kab Banyuasin
    • Kab Lahat
    • Kab Muara Enim
    • Kab Musi Rawas
    • Kab Musi Rawas Utara
    • Kab Empat Lawang
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Opini
  • Pariwara
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
Target Jurnalis Sumsel
No Result
View All Result

Kapolda Sumsel Secara Resmi Membuka Pelatihan Peningkatan Profesi Penyidik Untuk Investigasi Gakkum Karhutla.

pewarta sumsel by pewarta sumsel
Maret 6, 2023
in Uncategorized
0
Kapolda Sumsel Secara Resmi Membuka Pelatihan Peningkatan Profesi Penyidik Untuk Investigasi Gakkum Karhutla.
0
SHARES
9
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Target Journalist Palembang – pelatihan peningkatan profesi penyidik dan penyidik pembantu dalam investigasi Penegakan Hukum (Gakkum) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara resmi dibuka oleh Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK di Auditorium lantai 7 gedung presisi Mapolda Sumsel, Senin (6/3/2023).

Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengatakan, bahwa flashback Tahun 2015 dan 2019 lalu, pas empat tahun yang lalu, Sumsel mengalami kebakaran hutan yang cukup luar biasa dan bukan hanya di pulau Sumatera saja tetapi juga hampir diseluruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Setahu saya situasi wilayah yang tidak ada Karhutla, hanya Provinsi DKI Jakarta dan wilayah yang banyak terjadi Karhutla yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” katanya.

Ia ungkapkan bahwa Khususnya untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan mendapatkan film khusus dari dunia International dimana Negara Singapura mengeluarkan Undang-Undang (UU) Lintas Batas yang dikenal dengan nama Trans Boundery Haze Pollution.

“UU tersebut memberi kewenangan kepada penyidik di Singapura untuk melakukan investigasi dimanapun titik asap itu berada, artinya kedaulatan kita merasa terganggu, jika hal itu sampai dilakukan oleh Singapura. Di wilayah Kita memang pernah ada penyidik asing melaksanakan investigasi wilayah hukum Republik Indonesia pada tahun 2002,” ungkapnya Rachmad.

Lanjut Rachmad ungkapkan ketika ada bom di Bali beberapa tahun yang lalu, banyak penyidik baik dari negara-negara yang warganya menjadi korban maupun negara yang warganya tidak menjadi korban datang ke Indonesia untuk memberikan bantuan teknis dan informasi intelejen tetapi itu berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU).

“Berdasarkan MoU tersebut, Kepolisian kita terkejut dengan adanya kejadian bom Bali yang sangat besar sehingga kita perlu bantuan negara asing untuk membantu penyidikan. Jika terjadinya karhutla diwilayah kita dan penyidik asing tanpa MoU atau kesepakatan datang ke wilayah hukum negara kita tentunya itu merupakan suatu hal yang tidak menghormati kedaulatan suatu bangsa,” ujarnya.

Kebakaran hutan juga terjadi di banyak negara pada tahun 1996-1997 ketika pertama kali berkunjung tugas ke Amerika Serikat (AS) untuk bekerja sama dengan Los Angeles Department, dirinya diajak jalan-jalan ke Hollywood Side, merupakan daerah yang ada tulisan Hollywood berada di atas bukit.

“Ketika berada di daerah tersebut itu saya melihat banyak sekali papan-papan peringatan untuk mencegah terjadinya Karhutla, seperti no smoking dan hati-hati kalau membakar. Mereka juga menyiapkan kantong-kantong untuk tempat sampah,” ucapnya Rachmad.

Lebih lanjut Rachmad jelaskan dengan himbaun tersebut, maka kebakaran akan terlokalisir dan tidak menjadi luas. Bahkan di Australia beberapa tahun yang lalu ketika terjadi kebakaran hutan yang besar menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak karena apinya juga bukan hanya membakar hutan tetapi juga membakar kampung.

“Pada saat itu Indonesia mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI) ke Australia untuk membantu mengidentifikasi korban. Ilmu tersebut kita dapatkan dari Australia ketika bom Bali pertama dan ketika mereka kena musibah kita juga bantu mereka, Artinya kebakaran hutan ini merupakan isu internasional yang harus di atensi,” jelasnya.

Dia terangkan bukan hanya terkait kerugian asap dan gangguan infeksi saluran pernapasan, tetapi juga terkait dengan global warming yang menyebabkan naiknya suhu dimuka bumi.

“Pada saat saya menjadi Kapolda Jambi kebetulan memiliki hubungan yang cukup baik dengan beberapa federal agent dari FBI, diantaranya David yang saat ini sudah tidak bertugas di FBI lagi dimana pada saat itu beliau bertugas di Lembaga yang memberikan bantuan kepada Indonesia melalui Polri terkait dengan capacity ability,” bebernya Rachmad.

Pada saat itu memberikan pelatihan past insiden atau setelah terjadi insiden kepada penyidik-penyidik di Wilayah Sumatera yaitu Riau, Sumsel dan Jambi yang merupakan daerah-daerah yang rawan Karhutla

“Pelatihan tersebut sangat perlu dan saya berterimakasih kepada tim pak harjanto dan kawan-kawan karena akan memberikan mensharing informasi dan knowledgenya tentang bagaimana penyidik kejadian karhutla untuk menentukan tersangkanya, tetapi saya berharap ilmu ini tidak harus digunakan, karena kalau digunakan berarti kalau ada asap pasti ada api,” ucapnya

Untuk melaksanakan Gakkum di Jambi pada saat itu, sekecil apapun itu harus dilakukan dan di ekspos dimana pernah terjadi satu peristiwa di daerah Tanjung Jambu Barat, pelaku mengambil madu dari pohon yang menyebabkan Karhutla.

“Kita tangkap dan periksa dan tidak ditahan, tetapi kita ekspos para pelaku Karhutla tersebut debagai efek jera sehingga masyarakat luas mengetahuinya,” akui Rachmad.

Terakhir Rachmad menghimbau kepada rekan-rekan yang mengikuti pelatihan, nanti kedepan akan berhadapan juga dengan pelaku individu maupun badan hukum.

“Di Jambi pada saat itu juga ada sampai penyidiknya dicopot dan dipindahkan usai diperiksa polpam, karena melindungi badan hukum. Oleh karena itu kepada para peserta tegakkan hukum tanpa pandang bulu tetapi tetap pakai hati Nurani,” pungkasnya Rachmad (humaspoldasumsel/Iin P).

Previous Post

Reses tahap 1 di PT Jamkrida dihadiri beberapa anggota dewan dan OPD

Next Post

Masyarakat Akan Portal Jalan Desa, Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Perusahaan

pewarta sumsel

pewarta sumsel

Next Post
Masyarakat Akan Portal Jalan Desa, Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Perusahaan

Masyarakat Akan Portal Jalan Desa, Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Perusahaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Target Jurnalis Sumsel

© 2017-2021 Target Jurnalis

  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Lubuklinggau
    • Kab Banyuasin
    • Kab Lahat
    • Kab Muara Enim
    • Kab Musi Rawas
    • Kab Musi Rawas Utara
    • Kab Empat Lawang
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Opini
  • Pariwara
  • Internasional
  • Nasional

© 2017-2021 Target Jurnalis

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/