target jurnalis.Pemerintah mengeluarkan anggaran ratusan juta rupiah yang di peruntukan untuk pendidikan.Program program pemerintah sudah jelas untuk membangun suatu wadah pendidikan yang sangat luar biasa.
Intinya pemerintah meringankan beban wali murid untuk anak nya bisa sekolah, dan pemerintah menurunkan program dana atau anggaran untuk pendidikan yang sangat luar biasa nominal nya.
Mulai dari kebutuhan sekolah sampai sarana dan prasarana. Butuh ruangan baru maupun rehab ruangan kelas pemerintah sudah anggarkan dana nya,
Bahkan pemerintah mengeluarkan kartu program indonesia pintar ( PIP ) Untuk siswa siswi nya, pasalnya ketika siswa siswi mendapatkan anggaran tersebut pemerintah untuk meringankan beban orang tua/ wali murid.
Disisi lain pihak sekolah menolak anggaran dari pemerintah yang melalui ASPIRASI . Dengan alasan pemotongan lima puluh persen.
Berbagai cara pihak sekolah terindikasi mengalih kan anggaran ASPIRASI menjadi Reguler , artinya untuk menghindari potongan tersebut,
Sangat disayangkan ketika TIM media berkunjung ke sekolah SMP 4 Patok besi desa tanjung rasa kecamatan patok besi ,kecamatan patok besi kabupaten subang untuk dimintai keterangan atau konfirmasi kepala, sekolah tidak ada di tempat.
Dengan kebetulan bagian tata usaha ( TU ) iyang siap untuk di konfirmasi. iyang didampingi subari selaku satpam siap untuk di konfirmasi.
Iyang mengungkapkan bahwa dana (PIP )bukan dari aspirasi tetapi dari dana Reguler pungkas nya. Disisi lain menurut sumber yang tidak mau di sebutkan namanya kepala sekolah H.samsudin M.pd membenarkan bahwa itu dana dari ASPIRASI ,
Ko bisa iyang selaku TU bersih kukuh bahwa itu dari Reguler , Bahkan subari pun mengiyakan bahwa itu dari Reguler.
Menurut iyang ASPIRASI tidak di ambil karna terindikasi di potong lima puluh persen ungkap nya, jadi dari ASPIRASI DI batalkan, sekarang turun dari Reguler, itupun tembusan dari dinas kabupaten pungkasnya
Disisi lain antara kepala sekolah dengan TU Berbeda jawabanya Ada apakah sebetul nya antara kepsek dan TU ???. Bahkan subari pun selaku satpam sampai ikut bertanggung jawab atas jawaban tersebut.
Ketika siswa selesai mengambil uang ke bank pengakuan iyang orang tua siswa mengasih sebesar relatip, ada yang seratus ribu ada yang lima puluh ribu bahkan ada yang tidak mengasih, kalo benar orang tua siswa mengasih sebesar itu rata rata kali sekian siswa wooooooww fantastis banget nominal nya. Terus uang tersebut buat apa, apakah buat bacakan apakah buat pribadi.
Pengirim : TIM
Bersambung , ke edisi yg akan datang
Editor bluee korwil Sumsel

