
Sumsel,, Target jurnalis. com Menurut pendapat sebagian orang rekreasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencari hiburan, atau sekedar untuk melepaskan kelelahan setelah dihadapkan pada berbagai kesibukan dan pekerjaan. Sedangkan olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan untuk mengisi waktu luang dengan tujuan akhirnya, menurut UndangUndang RI No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah, “memperoleh kesehatan, kebugaran jasmani dan kegembiraan; membangun hubungan sosial; dan/atau melestarikan dan meningkatkan kekayaan budaya daerah dan nasional.”
Jadi Rekreasi Olahraga adalah aktivitas indoor maupun outdoor yang didominasi unsur-unsur olahraga (gerak) sehingga dapat menyenangkan.
Arung jeram atau sering disebut rafting adalah kegiatan mengarungi sungai yang digemari banyak orang yang pernah mencobanya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua yang berumur 60 tahun bahkan yang tidak memiliki kemampuan berenang pun bukan menjadi hambatan untuk mengikuti kegiatan ini. Dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini.Banyak sekali bermunculan perkumpulan-perkumpulan arung jeram, dan kemudian terbentuknya divisi-divisi baru khusus arung jeram pada perkumpulan pecinta alam yang sudah ada.
Arung jeram telah berkembang menjadi industri yang mampu mendorong peningkatan devisa dan pendapatan daerah serta membuka lapangan kerja yang tidak sedikit bagi masyarakat yang dekat dengan perusahaan arung jeram.
Olahraga rafting ini banyak persiapan biasanya kegiatan ini dilakukan di Sungai Kelingi Lubuklinggau
Berikut persiapan rafting yang perlu di perhatikan :
Kondisi tubuh/fisik
Sebaiknya jika akan melakukan rafting harus dalam keadaan sehat. Kondisi kesehatan ini menjadi prioritas terpenting sebelum melakukan kegiatan rafting. Jika dalam keadaan tidak fit, maka akan mengganggu aktivitas anda, bisa jadi rafting yang tadinya menyenangkan dan seru malah berakhir membahayakan tubuh anda. Apalagi dalam kegiatan ini membutuhkan stamina untuk mendayung.
Kemudian bagi anda yang tidak bisa berenang, alangkah lebih baik mengutarakan kepada operator/ guide rafting.
Perlengkapan keselamatan rafting dan pakaian Rafting tidak dilakukan dengan tangan kosong, namun membutuhkan Persiapan perlengkapan sebagai penunjang keselamatan saat berkegiatan. Perlengkapan standar bagi yang akan melakukan rafting adalah pelampung, helm, dan dayung. Kemudian perlu diperhatikan pakaian yang dikenakan saat akan melakukan kegiatan ini. Pakaian dan celana yang baik saat melakukan olahraga air adalah pakaian yang tidak menyerap air, mudah kering (quick dry), dan nyaman saat dikenakan tanpa mengganggu pergerakan saat. Gunakan sandal gunung untuk alas kaki agar lebih nyaman saat mengarung.
Operator/ Guide Rafting
Saat melakukan rafting harus terdapat minimal satu orang ahli yang paham akan kegiatan rafting. Orang ahli tersebut dinamakan operator/ guide yang akan memandu dan menghindarkan resiko dalam pengarungan. Pastikan jangan melakukan rafting tanpa adanya pendampingan dari seseorang yang professional dan selalu ikuti instruksi yang diberikan operator/ guide.
Pemanasan Sebelum melakukan rafting, usahakan tubuh anda melakukan pemanasan.
Hal ini untuk menghindari kram otot saat mendayung. Dikarenakan mendayung membutuhkan tenaga, apalagi jika rute rafting anda lumayan jauh akan lebih baik untuk meregangkan otot-otot terlebih dahulu, mulai dari kepala, tangan, badan, hingga kaki. Dalam pemanasan ini, nantinya juga akan dipandu oleh operator rafting namun kadang ada operator yang tidak menerapkan pemanasan.
Posisi duduk dan mendayung
Dalam rafting membutuhkan kuda-kuda saat duduk, agar tetap nyaman dan tidak mudah terjatuh selama pengarungan. Posisi duduk anda jangan di tengah perahu, posisi tersebut nantinya akan di atur oleh operator biasanya menurut berat badan agar menyeimbangkan perahu. Dan tempatkan diri anda sesuai dengan kekuatan lengan anda saat mendayung. Jika dominan kanan, maka pilih posisi di kanan, begitu sebaliknya. Selalu ingat posisi duduk anda agar memudahkan anda mengikuti instruksi dari operator.
Mendayung membutuhkan tenaga, namun juga perlu diperhatikan posisi dalam memegang dayung. Karena walaupun ada tenaga tapi posisi memegang dayung tidak sempurna maka akan membuat hasil dayungannya tidak sesuai. Pegang dayung pada “T-grip” kemudian bagi dari ujung “T-grip” hingga tengah dayung sesuai dengan ukuran bahu.
Pastikan saat mendayung blade/ bilah dayung tidak masuk terlalu dalam di air, sesuaikan dengan batas bladenya.
Operator akan memberikan aba-aba seperti dayung maju, mundur, tolak, tarik, dan lain-lain sesuai dengan posisi duduk. Semisalkan anda berada di posisi kanan perahu, operator akan mengintruksikan “kanan maju”, “kanan tarik”, dan sebaliknya.
Saat terjatuh Nah kemungkinan terjatuh saat melakukan rafting itu pasti ada, baik itu saat dalam arus deras ataupun saat perahu terbalik yang disengaja oleh sang operator ataupun tidak sengaja. Yang terpenting saat terjatuh ke dalam air adalah jangan panik, sekalipun anda tidak bisa berenang.
Tetaplah tenang, dan posisikan tubuh menghadap ke atas atau dalam posisi terlentang dan ikuti sesuai arus (jangan membelakangi arus) hal ini agar menghindarkan anda terkena benturan. Itulah hal-hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan kegiatan rafting. Kegiatan apapun yang dilakukan baik darat maupun air serta udara, tetap utamakan keselamatan dan selalu perhatikan alat penunjang keselamatanmu. Karena semua hal mengandung resiko, entah itu besar ataupun kecil alangkah lebih baik untuk menghindarinya.
Stay Safety!!
(Irawan)

