Target Jurnalis Palembang – Universitas Sriwijaya (Unsri), gelar Kuliah Umum oleh Deputi Komisioner Pengawas Emiten Transaksi Efek dan Pemeriksaan Khusus Pasar Modal Otoritas (KPETEPKPM) Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK RI) Djustini Septiana dengan judul pengenalan pasar modal dan tips berinvestasi di Pasar Modal.

Kuliah Umum dihadiri Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE IPU ASEANEng, Kepala OJK Wilayah VII Sumsel Untung Nugroho, Kepala Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Novira Indrianingrum, direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik M Maulana yang digelar di Graha Sriwijaya Kampus Bukit Unsri Jalan Srijaya Negara Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang, Senin (13/3/2023).
Dalam paparannya KPETEPKM OJK RI Djustini Septiana mengatakan bahwa hari ini sampai 2 (dua) hari kedepan OJK akan menyelenggarakan rangkaian sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu di Kota Palembang mulai dari Kuliah Umum, Media Gadhering, workshop seminar pendanaan perusahaan hingga workshop scurities crowdfunding.
“Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi dibidang Pasar Modal. Penyelenggaraan Kuliah Umum di Unsri ini menjadi pembuka dan kegiatan pertama dari seluruh kegiatan SMPT yang diselenggarakan pada Tahun 2023,” katanya.
Lanjut ia beberkan bahwa berdasarkan hasil survey nasional lyang telah dilaksanakan oleh OJK, secara umum tingkat literasi dan inklusi keuangan Tahun 2022 jauh lebih meningkat dibandingkan Tahun sebelumnya, terutama Tahun 2019.
“Tingkat inklusi keuangan saat ini sudah mencapai 85.10 persen, sementara tingkat literasi keuangan baru mencapai 46.68 persen. Jadi inklusi 2 kali lipat dari literasi dan hal ini agak berbahaya,” bebernya Djustini.
Lebih lanjut Djustini sampaikan perlu menjadi catatan bahwa literasi keuangan dibidang Pasar Modal Tahun 2022 mengalami koreksi, artinya terjadinya penurunan dibandingkan Tahun 2019 dari sebelumnya mencapai sebesar 4.92 persen turun menjadi 4.11 persen.
“Oleh karena itu, Kita perlu bersinergi dan kerjasama untuk terus meningkatkan literasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat memahami produk dan pelaku pasar modal dengan baik dan benar,” ucapnya.
Saat ini pasar modal telah berusia 45 Tahun dan pada (10/8) mendatang usianya menjadi 46 Tahun. Dalam usia yang terbilang cukup muda Pasar Modal telah tampil mempesona, karena menjadi tempat pilihan berinvestasi yang aman dan menjanjikan.
“Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan kemarin, sedikit melambat, karena dampak perlambatan ekonomi global, namun kepercayaan investor kinerja pasar modal Indonesia tetap menguat dan hal ini tercermin dari jumlah investor pasar modal yang terus meningkat, dimana (3/3) kemarin jumlah investor pasar modal mencapai 10,63 juta, mudah-mudahan sebagian besar dari Palembang,” terangnya Djustini.
Djustini membeberkan bahwa khusus di Sumsel kami mencatat bahwa jumlah investor pasar modal juga mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan dari 96.516 SID Pada Tahun 2022 meningkat 38,33 persen menjadi 134.843 SID pada (6/12/2022) yang lalu.
“Pertumbuhan jumlah investor retail masih dinominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berusia dibawah 30 Tahun sebesar 58,39 persen. Hal ini menjadi pertanda bagus bagi sektor perekonomian Indonesia, karena sejak usia dini sudah mulai melek investasi dari angkatan konsubtif menjadi angkatan investor. Kedepannya merekalah meneruskan perjuangan kami untuk membawa indonesia menjadi pusat perekonomian dunia dalam menyongsong Indonesia Tahun 2045,” bebernya Djustini.
Sementara Rektor Unsri Prof H Anis Saggaff mengucapkan Alhamdulillah karena Unsri mendapatkan kehormatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan lembaga yang berwibawa untuk bidang Otoritas Keuangan.
“Kita berikan apresiasi kepada Djustini Septiana yang menjadi salah satu top leader OJK dan menjadi kebanggaan kita semua, karena beliau alumni Unsri Fakultas Ekonomi jurusan Akutansi, angkatan Tahun 1983,” katanya.
Ia ungkapkan bahwa banyak alumni Unsri yang berprestasi diluar. Sebenarnya Unsri dari Tahun 1960 sampai saat ini terus bergerak dan masuk katagori Satuan Kerja (Satker) Tahun 1960-2008.
“Unsri saat ini menjadi Universitas negeri terbaik di kelompok Badan Layanan Umum (BLU), termasuk Rektornya menjadi Rektor terbaik dan hal ini menunjukkan bahwa kita sudah maju pesat, oleh karena itu kita harus pindah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang tinggal 1 (satu) langkah lagi,” ungkapnya Anis.
Lanjut Anis menuturkan bahwa Unsri sudah sangat wajar menjadi PTN-BH, karena alumninya sudah banyak berkiprah dimana-mana. Pejabat dan pengusaha di Jakarta betaburan yang berasal dari Unsri.
“Hari ini kita mendapat materi dalam Kuliah Umum khusus untuk urusan OJK, oleh karena itu saya mengajak mahasiswa, ikutilah dengan baik, dengarkan dan catat semua materi yang dipaparkan oleh narasumber dan terima kasih kepada Djustini Sepriana yang telah hadir dalam kegiatan seminar ini,” tutupnya Anis (Iin P).

