TARGETJURNALIS | Sumatera Selatan, – Senin 12/12/2022, Koordinator Wilayah watch realtion of Corruption WRC PAN-RI H Zainal Arifin Hulap,S.Ip dampak dari bebasnya angkutan batu bara di jalan lintas Sumatera antara Muara Enim dan Baturaja, sehingga mengakibatkan kemacetan parah dari simpang Meo, Tanjung Enim menuju batu raja,
Dengan kejadian itu, warga Tanjung Enim membuat sebuah video dan meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk segara mengatasi kemacetan yang terjadi di simpang Meo tersebut.
Didalam video yang berdurasi 2 menit 51 detik tersebut seorang warga memperlihatkan kondisi jalan yang macet parah di sepanjang jalan Tanjung Enim.
Dia mengaku, hampir setiap hari terjadi kemacetan total di simpang Meo yang di sebabkan bebasnya angkutan batubara yang melalui atau melintasi jalur tersebut.
Untuk bapak Presiden Indonesia Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya dan Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan instansi pemerintah yang berwenang. Kami meminta untuk membantu mengatasi masalah kemacetan di jalan lintas Tanjung Enim Baturaja tepatnya di simpang Meo ini,” jelasnya.
Pasalnya, dengan adanya kemacetan tersebut mengakibatkan terhambatnya perjalanan bagi pengguna jalan lainnya.
“Karena kemacetan sering terjadi 5 hingga 7 jam. Oleh sebab itulah kami sangat memohon kepada Presiden Jokowi untuk dapat membantu mengatasi masalah yang terjadi,” harapnya.
“Tolong yo, memang sudah macet terus arah Tanjung nih, apalagi jam 5 sore pasti macet dan mobil batu bara pasti keluar galo,” tulis warga di grup Muara Enim.
Sebelumnya, Angkutan batu bara juga menjadi salah satu pemicu penyebab jalan rusak dan macet di wilayah Sridadi Kabupaten Batanghari, Jambi.
Kondisi ini diperparah dengan perbaikan jalan akibat kerusakan jalan tersebut.
Namun begitu, angkutan batu baru diharapkan tetap bisa beroperasi di wilayah tersebut.
Hal ini mengingat, sektor pertambangan merupakan penyumbang devisa terbesar ke dua di provinsi yang bertetangga dengan Sumatera Selatan (Sumsel) ini.
Demikian diungkap H. Zainal Arifin dalam rapat bersama anggota WRC PAN-RI ia menilai penanganan angkutan batu bara, tidak akan terealisasi jika pemerintah setempat tidak menindaklanjuti, kejadian ini, jika pemerintah daerah saja tutup mata bagaimana bisa terealisasi,
Sebelumnya diketahui bahwa kemacetan parah terjadi di sepanjang jalan, Simpang Mio Sampai Baturaja bahkan ironis sering terjadi lakalantas, .
Kondisi diperparah dengan keberadaan angkutan batu bara yang harus melaju pelan saat melintasi sepanjang jalan ini,
di sisi lain Deni Wijaya. SH, Divisi Pengawasan dan penindakan WRC PAN-RI berharap masalah kemacetan di simpang Meo ini segera teratasi. Dia pun menghimbau kepada sesama pengguna lainnya atau pemirsa yang sudah menonton video tersebut, untuk di virakan agar cepat sampai ke Presiden Jokowi.
mari kita bersama-sama apresiasi dan peduli akan provinsi Sumsel tercinta ini,
Editorial : WRC PAN-RI,

