Target Jurnalist | Palembang – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-quran (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Palembang menggelar syukuran khataman sekaligus wisuda santri TK/TPA angkatan XVIII dan wisuda Tahfidz Juz 30 angkatan I di Gedung Serbaguna Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Jalan Prof KH Zainal Abidin Fikri KM 3.5 Kecamatan Kemuning Kota Palembang, Rabu (16/11/2022).

Kegiatan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru, Ketua DPW Umum BKPRMI Sumsel H Firdaus, Ketua DPD BKPRMI Kota Palembang H M Ifan Fahriansyah MKes dan Ketua Baznas Kota Palembang Kgs Ridwan Nawawi SPd MM.
Dalam kegiatan ini Gubernur Sumsel H Herman Deru dinobatkan sebagai Bapak TK/TPA Sumsel oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Sumsel.
Gubernur Sumsel H Herman Deru membeberkan bahwa saat ini total Rumah Tahfidz di wilayah Provinsi Sumsel sudah mencapai 4000 unit dari target 3500 unit Rumah Tahfidz, dimana program ini sudah dicanangkan sejak 2008 yang lalu.
“Pendirian Rumah Tahfidz yang melebihi target ini menunjukkan keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam melaksanakan Program 1 desa 1 Rumah Tahfidz untuk menuju Sumsel religius, sejak program ini dicanangkan,” bebernya.
Ia menerangkan kalau melihat wisuda hari ini, ada tiga komponen yaitu Orang tua, Ustadz/Ustazah dan BKPRMI yang telah mensukseskan dan mendorong dan yang jelas tak lepas dari peran Ustad dan ustazah, sehingga terwujudnya pelaksanaan kegiatan hari ini, Sehingga bukan hanya kuantitas namun kualitas para santriwan/santriwati dapat semakin meningkat.
“Sebagai apresiasi Pemprov Sumsel berencana akan memberikan perhatian pada TK/TPA dan TPQ dalam bentuk bantuan operasional, sehingga dapat melahirkan lebih banyak santriwan/santriwati modern namun tetap memiliki benteng yang berakhlakul karimah,” ujarnya Deru.
Sementara Ketua DPD BKPRMI Kota Palembang H M Ifan Fahriansyah mengatakan bahwa tidak berlebihan pihaknya menobatkan Gubernur Sumsel sebagai pejuang Al-quran dan Bapak TK/TPA, karena menurut penilaian mereka Herman Deru merupakan salah satu kepala daerah yang begitu perhatian dengan keberadaan rumah tahfidz di Sumsel.
“Perhatian pada perkembangan rumah tahfidz sudah ditunjukkan sejak awal H Herman Deru menjabat Gubernur sejak 2018 silam, melalui programnya 1 (satu) Desa 1 Rumah Tahfidz dan tak hanya itu saja, beliau juga telah banyak memdapatkan penghargaan di bidang Al-quran di tingkat pusat,” katanya.
Lanjut ia juga mengungkapkan bahwa LPPTKA BKPRMI Kota Palembang telah mewisuda sebanyak 471 santri, dimana 16 santri Tahfidz Juz 30 dan selebihnya wisuda santri TK/TPA.
“Mudah-mudahan nantinya yang ikut wisuda akan lebih banyak lagi, karena memang obsesi dan motivasi kita, agar anak-anak bukan hanya sekedar bisa baca Al-quran dengan baik dan benar, tetapi juga mereka memiliki hafalan Al-quran,” ungkapnya Ifan.
Lebih lanjut Ifan mengucapkan rasa syukur, walaupun ditengah pandemi, pihaknya bisa meluluskan dan mewisuda 471 santri, dimana belajar kemarin sangat terkoreksi dengan adanya Protokol covid-19.
“Untuk usia yang ikut belajar, dimulai sejak usia sebelum sekolah, TK/TPA dan setelah menyelesaikan pendidikan Al-qurannya, mereka dilanjutkan ke program Sentra Generasi Qur’ani (SGQ), sehingga proses untuk belajar membaca dan menghafal Al-quran itu terus. Jangankan santrinya, ustad dan ustazahnya pun terus diberikan penyempurnaan pembekalan dalam ilmu membaca dan tulis Al-quran,” katanya.
LPPTKA BKPRMI Kota Palembang memberikan tunjangan dan bingkisan bagi santri TK/TPA dan Tahfidz Al-quran yang berprestasi dari Rumah Tahfidz yang terdata.
“Jumlah total Rumah Tahfidz yang terdata oleh LPPTKA BKPRMI Kota Palembang lebih kurang 1000 unit. Karena kemarin terkena pandemi covid-19, ada beberapa unit Rumah Tahfidz untuk proses belajar mengajarnya belum normal,” ujarnya Ifan.
Terakhir Ifan berpesan khusus kepada orang tua santri dan masyarakat pada umumnya, agar menitipkan anak-anaknya untuk belajar Al-quran di tingkat TK/TPA, karena memang tantangan anak-anak saat ini lebih berat dari generasi pendahulunya.
“Di era digitalisasi ini, semua informasi masuk, baik positif maupun negatif, sehingga tantangannya lebih berat yang dihadapi oleh anak-anak sekarang, oleh karena itu kita memerlukan benteng untuk anak-anak kita kedepannya salah satunya yaitu TK/TPA,” tutupnya Ifan (Iin F).

