Jawa Timur - targetjurnalis.com - Kota Malang 02 October 2022,
Pasca terjadinya insiden di stadion kanjuruhan Malang jawa timur Ketua umum Persatuan jurnalis indonesia (PJI) Angkat Bicara,
Ketua Umum Persatuan jurnalis Indonesia (PJI) HARTANTO BOECHORI
saya Hartanto Boechori ..ketua umum persatuan jurnalis indonesia (PJI) mewakili semua rekan anggota Persatuan Jurnalis indonesia (PJI) menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga yang di tinggalkan,
dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dalam peristiwa ini di perkirakan 130 nyawa melayang sia sia, tuturnya,
Korban saat di kericuhan
Haratnto Boechori Menegas kan panitia PSSI pemerintah aparat keamanan dan pemangku jabatan lain nya Sudah pasti wajib bertanggung jawab atas insiden ini,
namun tak boleh juga di nistikan pola tinggkah penonton, suporter bola yang ke kanak kanakan dan anarkis juga wajib mempertanggung jawab kan perbuatan nya,
Simak Video Di bawah ini ???
lanjut Hartanto Boechori dengan tegas
saya mintak kapolda jatim usut tuntas dugaan kesalahan prosedur pengamanan kerusuhan dan juga pola anarkisme yang terjadi,
sehingga memicu terjadinya tragedi ini,
kedepan saya harap tidak di lakukan lagi kebodohan kebodohan baik di pihak penyelenggara mau pun penonton tuturnya
lanjut Hartanto Boechori Menjelaskan Seperti di ketahui Publik Lebih kurang dari 130 orang meninggal saat Kericuhan terjadi usai pertandingan Derbi Super Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3,
di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Kepala dinkes Kabupaten Malang,
Dalam keterangan Nya Ketua Umum (PJI) Hartanto Boechori mengatakan Lebih dari 130 orang telah meninggal Dunia pasca kejadian ini,
Menurut kabar yang di dapat melalui media masa dan nara sumber di lapangan,
Berbagai Pihak masih mendata jumlah korban luka yang terdapat di tiga rumah sakit kota dan kabupaten Malang.
Untuk saat ini Tercatat “Lebih dari 130 orang meninggal,
Penyebab mereka meninggal Di duga karena caos, berdesak-desakan, dan terinjak-injak dan sesak napas”.
Hartanto Boechori menambahkan korban luka yang pasti lebih dari seratus dan dirujuk ke rumah sakit Saiful Anwar dan rumah sakit Kanjuruan.
Kericuhan tersebut bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, barracuda.
Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain tutupnya,