Musi Rawas, Targetjurnalis.com
SETELAH 4 kali dilakukan pergeseran anggaran pada Bagian Kesra di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun 2021, kini melonjak.
Anehnya pergeseran terakhir dilakukan mendekati akhir tahun 202, digunakan untuk pembelian vaksin. Akan tetapi dari postur anggaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mura, sesuai item belanja dalam fasilitasi pengelolaan bina mental dikode rek.4.01.02.2.02.01, senilai Rp.9 milyar terdapat objek rincian belanja masih sangat besar.
Seperti, belanja alat atau bahan untuk kegiatan kantor senilai Rp.318 juta serta belanja makanan dan minuman senilai Rp.781 juta, dan belanja pakaian batik tradisional senilai Rp.582 juta. Selain itu belanja jasa kantor mencakup honor senilai Rp.2,9 milyar, ada juga belanja perjalanan dinas senilai Rp.618 juta dan belanja hibah senilai Rp.3 milyar.
Koordinator K-MAKI Sumatera Selatan (Sumsel), Boni Belitong, Kamis (19/5) menilai lonjakan anggaran Bagian Kesra Mura, sangat besar itu menunjukkan ketiadaan empati terhadap kondisi dimasa Pandemi Covid-19.
“Ya, pergeseran itu mengkais rezeki dan nilai dana sebesar itu untuk belanja tidak wajar,” jelas Boni.
Lebih ironis lagi, besarnya alokasi dana untuk beberapa objek belanja itu dengan pelaksanaan dilakukan tanpa memikirkan pandemi Covid-19.
“Seharusnya, sesuai kondisi penyusunan anggaran untuk keperluan Pandemi, dan bukan dialihkan untuk berpihak kepada keperluan diri sendiri,” tutupnya.
Terakit persoalan beberapa item belanja tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Devi, bersama Yusnaini, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Belanja honor dimaksud, hingga berita dilansir belum berhasil dimintai tanggapan. (Rlis)

