Lubuk Linggau – Target jurnalis.com Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2(dua) Lubuklinggau kelurahan Air Kuti Kecamatan Selatan 1 (satu), Kota Lubuklinggau provinsi sumatera selatan merupakan sekolah yang cukup di minati warga kota Lubuklinggau terbukti dengan banyak nya siswa, begitu pun anggaran dana operasional (bos) sekolah yang di nilai cukup pantastis dengan nilai miliaran rupiah dalam 1 (satu) tahun.
Sempat di wawancarai salah satu pegawai bagian kesiswaan, Elis S.Pd sekolah menengah atas Negeri 2 (dua) Kota lubuk Linggau menjelaskan saat di tanya keberadaan kepala sekolah sedang tidak berada di tempat (kantor) di karenakan ada kegiatan di luar sekolah (26/11)
Kemudian awak media menelusuri lewat WhatsApp nya Kepala sekolah, menjelaskan
“Kami lagi di luar untuk gurus siswa yang dapat bantuan dana kip kartu Indonesia pintar, pengambilan di lakukan di bank BNI, kemudian perlu di ketahui untuk dana operasional sekolah (bos) pusat sudah 3 kali pencairan pool dan dana dari bantuan dari provinsi baru 2 kali pencarian” pungkas kepala sekolah.

Terpantau oleh awak media di depan ruangan kelas terindikasi terkesan diduga tidak terawat terlihat dengan banyaknya rumput liar, kemudian bagian dari toilet nampak kotor, begitu pun di bagian teras ruang depan berserakan meja, Kursi dan kaca jendela ada yang pecah terkesan di abaikan”
Saat di tanya Lewat wappsatnya nya kembali, di tanyakan, adakah petugas kebersihan untuk melakukan kebersihan, sekolah, Kepala sekolah dengan tegas menjawab
“Ada tiga petugas kebersihan di sekolah ini, untuk melakukan kebersihan, menurut nya, itu bukan rumput tapi ubi rambat yang menjalar ” katanya kepsek.
Ditanya berapakah jumlah honorer di bayar per-jam kepala Sekolah enggan menjawab terkesan menutupi, sambil menutup telpon wappsatnya.
Adapun saat di tanya dan di wawancarai jumlah dari keseluruhan siswa siswi Elis menjelaskan.

“Jumlah siswa kami di sini 958 siswa itu merupakan keseluruhan” kata Elis
Kemudian awak media menelusuri bagian kepegawaian di SMA Negri 2 Lubuklinggau, Kaswandi S.Pd yang di sapa Wandi menjelaskan tentang adanya jumlah dan guru honorer yang terdaftar
“Pegawai tetap yang ada di sekolah ini, berjumlah 48 pegawai dan jumlah guru honorer berjumlah 15 guru honorer” terangnya wandi
Menurutnya “untuk biaya honorer biasa nya di bayar per-jam itu bpk, bisa di Kordinasikan kepada pak Suko Selaku kurikulum yang tahu persis” katanya bagian kepegawaian
Saat di tanyakan keberadaan Suko M.Pd Selaku bagian kurikulum tidak berada di tempat”
Kemudian awak media menelusuri bagian sarana dan prasarana Eko Johan Rahadi S.Pd untuk menayakan Rehab ringan yang di lakukan di tahun 2021, sayangnya tidak berada di tempat kemudian lewat WhatsApp ia menjelaskan
“Besok saja di sekolah perlu di ketahui, di sarana ini aku baru bulan juli 2021 baru melaksanakan bagian sapras” tegasnya singkat Lewat wappsatnya. (FY)

